Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Novani Karina Saputri menilai lonjakan belanja pemerintah yang mencapai 21,8% YoY menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan pada awal tahun ini.
“Pertumbuhan kuartal pertama relatif kuat, terutama ditopang oleh akselerasi belanja fiskal dan konsumsi musiman. Namun secara kumulatif PDB masih mengalami kontraksi sekitar 0,8%, yang menunjukkan adanya efek musiman dan front-loading anggaran,” ujar Analis Mirae Novani dalam risetnya.
Dari sisi sektoral, industri manufaktur menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan sekitar 5% YoY, didukung oleh permintaan domestik yang stabil serta kinerja ekspor yang masih cukup tangguh. Sementara itu, sektor berbasis konsumsi seperti akomodasi dan jasa makanan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,1% YoY, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur panjang.
Sebaliknya, sektor pertambangan mengalami kontraksi akibat tekanan harga komoditas global dan lemahnya permintaan eksternal.
Mirae juga mencermati dinamika sektor eksternal yang mulai menunjukkan pelemahan. Pertumbuhan ekspor terbatas, sementara impor yang lebih kuat membebani kinerja ekspor bersih. Secara kuartalan, baik ekspor maupun impor tercatat mengalami penurunan, dengan kontraksi ekspor yang lebih dalam.
Di sisi lain, investasi atau pembentukan modal tetap bruto (gross fixed capital formation/GFCF) masih tumbuh sekitar 6% YoY, meskipun mulai menunjukkan tanda moderasi di tengah kondisi keuangan global yang ketat dan suku bunga yang masih tinggi.
“Ke depan, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan kembali normal setelah kuartal pertama, seiring memudarnya efek musiman Ramadan–Idulfitri dan berkurangnya dorongan fiskal,” tulis analis Mirae.
Mirae menambahkan, sejumlah risiko eksternal masih membayangi prospek ekonomi Indonesia, termasuk perlambatan pertumbuhan mitra dagang utama, volatilitas harga komoditas, serta suku bunga global yang tetap tinggi.
Meski demikian, dengan inflasi yang masih terjaga dalam target, Mirae memperkirakan suku bunga acuan Bank Indonesia akan tetap berada di level 4,75% sepanjang 2026.
Namun, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, yang sempat melemah hingga kisaran Rp17.400 per dolar AS, serta risiko geopolitik yang menjaga harga minyak tetap tinggi, membuka peluang kenaikan suku bunga sebagai risiko yang perlu diwaspadai.
“Keberlanjutan pertumbuhan akan sangat bergantung pada ketahanan konsumsi domestik dan kemampuan pemerintah menjaga ruang fiskal tanpa mengganggu kredibilitas kebijakan,” tutup analis Mirae.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan
